Durian Runtuh

2264 Kata

“Bantuin aku nah wal…” tak menyerah David terus memohon. Aku tahu kebiasaan nih anak jika ada maunya pasti menunjukkan wajah melasnya. Tak peduli teman dalam kondisi apapun, mau lu lagi susah atau sedih, tetep aja dia memaksa, pokoknya masa bodo dah. Kecuali lu susah dalam kondisi lagi kebelet ingin boker, terus moment itu sudah di ujung tanduk, nah mungkin dia baru paham. “Bantu apaan, kam kada lihat unda lagi apa, HAH??” dengan sedikit nada kesal sambil menyemburkan hawa naga yang baru bangun tidur.  “Ah kada mau tahu aku, kam harus bantu aku sekarang, kali ini aja wal, penting ini, please wal …” tetap David tak menyerah coba merayu, aku melihat rasanya jijai-jijai anjai. Dia coba terus menarik badanku untuk bangkit dari dunia tidur yang telah lama ku selami dari semalam. Padahal sebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN