Bunga mengemudi dengan cepat, dan segera dia sampai di kantor Abraham. Sekretaris muda berambut pirang melihat Bunga masuk. Dia memiliki ekspresi cemburu di wajahnya saat dia melihat ke arah Bunga Reynand. "Selamat siang, Bu Reynand. Pak Reynand menunggu ibu. ibu bisa langsung ke kantornya." kata si pirang. Bunga melihat tatapan cemburu tapi mengabaikannya dan tersenyum ramah dan berkata, "Selamat siang, dan terima kasih." Sekretaris itu memandangi wanita cantik dan ramah itu dan berpikir, 'Setidaknya dia lebih baik daripada Audie Brawijaya. Lagipula aku tidak pernah punya kesempatan dengan Pak Reynand, aku akan menerima undangan Johnny untuk makan malam malam ini, dan sebaiknya aku menyerah untuk mendapatkan perhatian pak Reynand. Setidaknya Johnny adalah kepala departemen TI dan tid

