Bunga dan Abraham berjalan ke aula besar di Hotel Brawijaya, tempat pesta pengumuman diadakan. Bunga tercengang. Ruang perjamuan sepertinya mereka berada di pesta yang salah. Sebuah banner yang bertuliskan "Selamat Datang di Negeri Ajaib Musim Dingin" tergantung di dinding di depan mereka. Terlihat lebih seperti sebuah acara prom daripada sebuah acara yang akan diadakan oleh perusahaan bisnis besar. Musiknya agak keras dan tidak berkelas sama sekali. "Wow, penasaran siapa yang mereka sewa untuk merencanakan pesta seperti ini? Aku harus bertanya, jadi aku tidak akan menggunakannya lagi nanti." Bunga berbisik pada Abraham. Abraham tersenyum dan menjawab, "Ketiga badut ini sudah tenggelam dalam bisnis mereka. Ini benar-benar buruk. Aku penasaran siapa yang akan menjadi Raja dan Ratu

