Di rumah tangga Atmaja, terjadi kekacauan. Hendra Atmaja marah ketika dia melihat putranya, Raka, "Kamu membeli grup hotel Brawijaya? Kamu sangat bodoh, Raka. Apa kamu tidak tahu mereka dalam masa kesulitan keuangan?" Raka memandang pria yang lebih tua itu dengan dingin, "Kita perlu sesuatu untuk dijadikan sandaran, Ayah, dan Harmonies sudah kalah banyak dari Butik Megaya Bali, terutama di sini, di Yogyakarta." Hendra memandang putranya dan berteriak, "Itu semua karena kamu dan Abraham! Kalian berdua yang menjalankan Harmoni, Abraham selalu sibuk di perusahaannya yang lain, dan sekarang kamu membeli grup Brawijaya! Kamu harus lebih berusaha masuk ke Harmoni dan berhenti main-main. Apa yang kamu tahu tentang menjalankan grup Hotel seperti hotel Brawijaya? Karsa Brawijaya yang selalu b

