"Namanya juga bos." ~Jodis Rezky Anggraeni --- "Kalau saya bilang berangkat, ya, berangkat. Apa kurang jelas?" Geby melepas penutup matanya dengan malas, saat ingatannya kembali pada obrolan di grup kantor semalam. Ini hari Minggu, tapi Pak Damar yang tampan nan otoriter itu meminta seluruh karyawannya untuk berangkat lebih pagi, hanya karena head editor baru yang selalu dia banggakan akan datang. "Serius, dia pasti udah sinting," gumamnya sembari menurunkan kaki dan berjalan ke arah kamar mandi dengan sangat malas. Geby masih mengantuk. Tentu saja. Dia baru menyelesaikan maraton drama Korea sampai hampir subuh tadi. Namun, ucapan Pak Damar adalah perintah mutlak yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun. Mau tidak mau, semalas apa pun, dia harus tetap berangkat. Ayolah, sehabis me
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


