Bom Waktu

1145 Kata

Apa yang menjadi kekhawatiranku benar-benar terjadi. mang Jalu mengetahui tentang kehammilan Airin. Lebih buruk dari itu, dia bahkan bisa menemukan Airin di rumah ini. “Bagaimana mungkin? Kenapa dia tiba-tiba ada di sini?” bisikku pelan, tapi sepertinya tidak luput dari pendengaran mang Jalu. “Ternyata kalian tidak secerdas yang aku pikir. Bahkan kalian tidak tahu tentang tempat persembunyian paling aman. Hahaaa!” Aku dan Gibran saling melempar tanya lewat mata. Apa maksud mang Jalu? “Tempat persembunyian paling aman?” “Menurutmu, di mana persembunyian paling aman bagi seorang buron?” Aku berpikir sejenak. Kalimat semacam itu sering kali kudengar, tapi aku sama sekali tidak terpikirkan tentang tempat tempat seperti apa yang mereka maksud. Dan juga, bagaimana bisa tiba-tiba mang Jalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN