Bagas tampak mondar mandir gelisah. Sejak kepulangannya tiga hari yang lalu, di sama sekali tidak bisa menghubungi Rayu dan Bintang. Kemarin nomor handphone Rayu dan Bintang malah tidak bisa dihubungi. Padahal besok adalah hari pernikahan Bagas. Bagi Bagas, tidak masalah jika memang Rayu dan Bintang tidak bisa hadir. Tapi ketika nomor telepon keduanya sama sekali tidak bisa dihubungi, pasti terjadi sesuatu. Bagas terus saja gelisah. “Mas Ferdi. Ya Mas Ferdi pasti tahu apa yang terjadi. Ah kenapa tidak terpikirkan olehku untuk hubungi Mas Ferdi.” Bagas merutuki kebodohan dirinya sendiri. Segera saja dia mengambil kunci dan melaju menuju kantor Ferdian. Bagas yang sangat penasaran, tidak mau menghubungi Ferdian lewat telepon. Dia harus bicara langsung. Tidak sampai satu jam, Bagas tiba

