BAB 10 TAK PERLU ADA PENYESALAN

1174 Kata

Sampai di rumah, Bagas menutup pintu kamarnya dengan sedikit kasar. Dia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Hari yang sungguh melelahkan. Bagas baru sadar, berpura-pura untuk baik-baik saja ternyata membutuhkan energi yang luar biasa. Bagas memandang langit-langit kamar yang tiba-tiba saja menyajikan semua bayangan Rayu. Bagas baru menyadari, kenyataannya tidak mudah melepaskan Rayu. Tahun-tahun yang mereka lewati terlalu indah untuk diendapkan dalam memori lain di sudut hatinya. Bagaimana Bagas berjuang untuk mendapatkan Rayu sejak putih abu-abu tentu saja membuatnya tak pernah memiliki celah untuk kehadiran perempuan lain. Rayu selalu menjadi poros di mana hidup Bagas berputar. Rayu yang pendiam dan tertutup sejak pertama kali bertemu, memberikan tantangan tersendiri bagi Bagas ketik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN