Rayu terpana melihat rumah di depannya. Rumah dengan halaman yang sangat luas. Ingatan Rayu melayang pada masa kecil mereka di Belitung. Ketika Bintang melihatnya sedang menggambar sebuah rumah. “Kamu gambar apa?” Bintang memandang kertas yang dipegang Rayu. “Rumah.” Rayu menjawab sambil tetap fokus menggambar dan mewarnai. “Halamannya besar amat.” Komentar Bintang. “Iya aku mau rumahku nanti punya halaman yang luas. Jadi aku bisa puas main di situ. Aku nggak mau rumah tingkat, capek naik turun tangganya. Aku mau rumahku punya satu lantai aja. Jadi nanti semuanya bisa kumpul di bawah. Nggak ada yang di atas.” “Kok rumah kamu nggak ada warnanya?” “Biarin. Kan aku maunya rumah aku semuanya warna putih. Biar kayak istana-istana raja yang semuanya warna putih.” “Halaman segini luas mau

