Rayu sedang sibuk menyuapi Bintang ketika gawainya berbunyi. Dering pertama dan kedua Rayu abaikan. Dia lebih memilih fokus untuk mengurus Bintang. Sudah seminggu Bintang di rumah sakit, namun belum ada tanda-tanda diperbolehkan pulang. Padahal Rayu melihat kondisi Bintang sudah mulai stabil. Dokter pun hanya mengatakan semuanya baik-baik saja. Dering ketiga dari gawainya membuat Rayu mau tidak mau beranjak untuk melihat siapa yang menghubunginya. “Siapa?” Tanya Bintang “Bagas.” Rayu menjawab singkat ketika dilihatnya Bagas melakuka panggilan video. “Angkat saja. Kasihan mungkin ada hal yang penting.” “Tapi kamu belum selasai makan.” Kilah Rayu. “Kan kamu bisa terima panggilan Bagas sambil menyuapi aku. Nanti aku yang pegang deh handphonenya.” Kekeh Bintang membuat Rayu mendelik. “G

