Selepas resepsi yang memang dibuat sesederhana mungkin, kedua keluarga kini sedang berkumpul di ruang tengah. Menikmati makan malam sambil ngobrol sejenak mengenang masa puluhan tahun silam saat menjadi tetangga baik. Rayu memisahkan diri dari keluarganya. Ada Bagas yang akhirnya mau datang ke pernikahannya untuk memenuhi permintaan Rayu. Meski Bagas sudah sangat dekat dengan keluarga Rayu karena hampir menjadi menantu, tetap saja Rayu harus menjaga perasaan Bintang serta keluarganya. Maka Rayu memilih ngobrol dengan Bagas di teras depan rumahnya. “Gas, terima kasih ya kamu sudah mau datang.” Wajah Rayu terlihat sangat berseri. Binar di matanya tak mampu dia tutupi. “Aku pasti datang. Sesuai janjiku sama kamu, kalau aku akan tetap jadi sahabat terbaikmu.” Jawab Bagas setengah berbohong.

