Gerimis tak lagi menipis. Namun mulai berubah jadi hujan yang terasa begitu memilukan. Sejak pagi langit menangis. Menemani Bagas yang tengah menata hati. Balkon kamarnya menjadi pilihan Bagas untuk meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja. Bayangan Rayu tersebar di seluruh ruang yang Bagas miliki. Bertahun-tahun Bagas berjuang menjadi satu-satunya lelaki yang akan dilirik oleh Rayu. Utuh sebagai Bagas. Bukan hanya bayangan atau peran pengganti ketika Rayu memerlukannya. Bagas tahu konsekuensi dari mencintai adalah ditinggal pergi. Cinta bukan hanya mencintai tanpa dicintai atau sebaliknya. Tapi tentang rasa yang seharusnya berbalas. Bagas pikir, waktu akan membantunya menghadirkan cinta Rayu untuknya. Ternyata Bagas salah. Sejak dulu Rayu hanya melihat Bintang. Sekalipun Rayu

