22 - Bulan Madu

857 Kata

..............   "Suka nggak, Na?" Anandhiya mengangguk cepat seraya tak melepas sorot mata kagumnya akan pemandangan birunya air laut Pantai Lovina yang tampak indah. "Suka banget malah." Danan cepat memamerkan senyuman bangga kala atensi sang istri tertuju kepada dirinya sejak dua detik lalu. Kemudian, Danan cukup terkejut menerima pelukan yang terkesan tiba-tiba diberikan wanita itu, tapi ia senang. "Bagus kalau gitu," sahut Danan seraya tertawa. Tak akan berlaku penolakan baginya. Danan kini membalas dengan dekapan yang lebih kuat. Kedua tangan pun dilingkarkannya secara sempurna di tubuh sang istri. Danan turut mendaratkan kecupannya pada pucuk kepala wanita itu bertubi-tubi, hampir sebanyak enam kali. "Makasih, Sayang." Anandhiya berucap tulus dan keriangan terdengar jelas dala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN