"Gimana, Sayang? Setuju nggak kalau nanti anak kedua kita perempuan aja? Kamu 'kan kasih jatah aku cuma dua anak. Ya, aku mau cowok lagi. Tapi, kasihan nanti kamu nggak punya teman. Jadi, aku yang ngalah sa--" Anandhiya tidak membiarkan sang suami untuk meneruskan ucapan dengan memberi kecupan singkat di bibir pria itu. Suaminya pun seketika diam. Dan, hanya bisa untuk mengerjap-ngerjapkan kedua mata sembari masih memandang dirinya. Ia pun tak kuasa menahan tawa. Akhirnya, terlolos. Meski, tidak lumayan kencang agar sang buah hati terbebas dari rasa gangguan, tentu saja. "Anak pertama kita baru aja lahir, eh malah udah mau punya anak lagi. Nanti, Sayang. Tunggu Reksa lebih besar dulu. Kamu nggak sabaran terus kalau diajak bikin anak." Danan terkekeh. "Nggak tahu juga, Sayang. Aku semang

