bab 47

2101 Kata

  “Dingin ya ternyata?” ucap Aruna tepat di telinga suaminya. Malam ini mereka berdua jalan jalan dengan menggunakan moge milik Andrew, sedari tadi Andrew sudah menolak rencana istrinya karena dia tahu pasti Aruna bakalan nggak tahan dengan hawa dingin ketika mereka berkendara, tapi apa daya semakin Andrew menolak semakin pula istrinya merajuk. Hingga pada akhirnya Andrew mengalah dan mengikuti kemauan istrinya, dia tidak ingin melihat air mata istrinya jatuh lagi karenanya. Sudah cukup mata istrinya bengkak hanya karena menangisi sikap menyebalkan yang dimilikinya itu. “Pegangan,” perintah Andrew lalu segera dilakukan oleh Aruna. Aruna semakin erat memeluk pinggang suaminya, menyandarkan kepalanya di punggung suaminya yang sandarable seperti ini membuat Aruna merasa nyaman dan perlu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN