Musuh Baru

1498 Kata

Petaka Malam Tahun Baru Bab 26 : Musuh Baru Kutatap tajam pria berkulit sawo matang dengan brewok yang memenuhi wajahnya itu, dengan tindikan di telinga dan hidungnya, serta tangan penuh tato saat ia menggulung jaket jeansnya. “Kenapa cuma diam? Bukannya seorang pengacara itu pandai berbicara dan membuat alibi?” ujarnya lagi dengan mendekat ke arahku. Kutarik napas geram dan tak ingin terpancing suasana, kukepalkan tangan dengan berusaha menahan emosi. “Makanya ... pacaran itu jangan terlalu mengumbar napsu, pelukan lengket di jalanan, seolah dunia hanya milik berdua saja. Direnggut kesucian dengan cara digilir, miris banget, ya!” ejeknya lagi. Aku tak dapat lagi menahan diri untuk tak melayangkan pukulan di wajahnya. 'Bruugg!!' “Agghh!!” Dia meringis saat darah keluar dari bibirny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN