"katakan...katakan Abel." Isabel hanya bisa tertunduk menangis tersedu tanpa tau apa yang harus ia lakukan. Baginya kebahagiaan Calvino lebih penting dari segalanya. Hanya pergi meninggalkannya bisa membuat Calvino hidup tenang. Itu sudah merupakan kebahagiaan besar baginya. Isabel sudah membuat keputusan. Dia pergi dan tidak akan kembali. "Semoga dikehidupan mendatang kita akan kembali berjumpa dad.!"gumamnya dalam hati. "Kenapa kau diam saja?apa pria itu menekanmu?" "Tidak kakek hanya saja Abel sempat berfikir ingin meneruskan study. Abel masih muda! Abel ingin menjadi wanita yang benar-benar berguna kelak bagi keluarga." Ricard semula tidak yakin dengan apa yang dikatakan Isabel. Gadis itu terlihat sangat tertekan,Ricard enggam untuk bertanya lebih lanjut lagi. Bukanlah Isabel berka

