Dengan tergesa dia--Isabel berlari kearah pria yang telah menunggunya lama. Pria misterius yang mengulurkan tangannya untuk membantu Isabel lari dari kejaran pria berbadan kekar berbaju hitam. Tinggal lima langkah lagi Isabel meraih tangan pria misterius itu dan sial-- tangan kekar yang lebih dulu menangkap gaun indahnya. Menyeretnya hingga Isabel tak mampu bergerak dan pria misterius itu-- hilang dalam sekejap. Isabel ingin berteriak namun,lagi-lagi suaranya tercekat. Mulutnya terbungkam dan bruk..... Isabel terbangun dengan peluh yang hampir membasahi seluruh badannya. Sungguh-sungguh nyata mimpinya,dengan nafas yang masih terengah Isabel berdiri dari lantai dingin kamarnya. Andai saja Isabel tidak terjatuh dari ranjangnya mungkin ia masih tehayut dalam mimpi meyeramkan itu. Langkah ka

