Sejak kabar kehamilan Veanna menyebar, suasana rumah berubah dalam satu malam. Kakek yang biasanya menghabiskan waktu di ruang kerja, kini justru lebih sering berada di sekitar Veanna. Memastikan jika wanita itu baik-baik saja dirumah dan tidak terjadi sesuatu dengannya. Tidak hanya itu para pelayan pun juga disibukkan dengan instruksi dari kakek. Seperti saat ini Veanna yang baru saja turun dan kakek yang melihatnya pun kandung menghampirinya. Pria tua itu membantu Veanna turun tangga dengan hati-hati. “Pelan-pelan.” Veanna tertawa kecil. “Aku bisa turun sendiri Kek.” “Iya aku tahu, tapi harus tetap pelan-pelan.” Veanna tertawa kecil, sedangkan kakek lebih memilih memperhatikan Veanna dari ujung rambut hingga ujung kaki. Wajahnya pucat dan terlihat lemas, sudah pasti wanita itu hab

