Hari mulai beranjak malam, Veanna dan christopher tak kunjung memilih untuk pulang, melainkan memilih berjalan di trotoar dekat pusat perbelanjaan untuk membeli sesuatu. Di tangan Veanna sudah tergantung beberapa kantong belanja. Sedangkan Christopher membawa sisanya tanpa mengeluh sedikit pun. Pria itu tetap berdiri di samping Veanna tanpa membantah sedikitpun. “Aku lapar.” Pria itu menoleh menatap sekeliling tempat ini dengan seksama. Banyak sekali makanan yang bisa dibeli, lagian untuk masalah malam Christopher tidak terlalu pandai memilih. Hanya saja pria itu menunjuk satu penjual gerobak takoyaki. “Itu?” Veanna mengikuti arah tunjukan pria itu dan mengangguk. “Mau.” Tak hanya takoyaki yang wanita itu beli, beserta minuman dan cemilan lain yang bisa dinikmati. Roti koin, kentan

