Hari ketujuh sekaligus penutup rangkaian tour promosi album akhirnya tiba. Sejak pagi, suasana di arena konser terakhir sudah dipenuhi aktivitas para kru. Truk-truk peralatan keluar masuk area belakang panggung, para teknisi sibuk melakukan pengecekan tata suara, sementara para penari mulai menjalani gladi bersih untuk terakhir kalinya.
Di balik kemegahan persiapan itu, ada satu hal yang sama sekali tidak berkaitan dengan konser. Media sosial. Nama Veanna masih bertahan di daftar pencarian teratas sejak foto dirinya bersama Christopher tersebar dua hari sebelumnya. Alih-alih mereda, gosip itu justru semakin membesar.
Banyak akun hiburan mulai mengunggah ulang foto-foto yang sama dengan sudut pandang berbeda. Bahkan beberapa di antaranya mengumpulkan potongan video Christopher yang selalu mengulurkan tangan saat Veanna turun dari panggung, membukakan pintu mobil, hingga berdiri di sampingnya selama konferensi pers. Semua tindakan yang selama ini dianggap sebagai bagian dari tugas seorang pengawal, kini berubah menjadi bahan spekulasi.
Ada yang bilang jika tahapan bodyguard nya cukup beneran, ada yang bilang kalau cuma pengawal kenapa harus berdua? Ada juga yang berasumsi jika Veanna cukup nyaman jika di dekat pria itu. Kalau itu tangan Veanna rasanya gatal untuk menjawab iya, tapi dia juga cukup tau batasan dan takut membuat Christopher merasa tidak nyaman dengan semua ini. Ada juga yang bilang jika pria itu benar-benar kekasih Veanna kali ini. Coba saja mereka tahu apa yang terjadi mungkin mereka akan beranggapan lain lagi dan meminta Veanna akan cepat menikah dengan pengawalnya sendiri.
Berita itu menyebar begitu cepat, sehingga beberapa sponsor mulai menghubungi Shandra satu persatu. Dimana mereka meminta kepastian tentang berita itu. Apakah itu berita benar atau hanya settingan agar nama Veanna lebih melesat lagi?
Shandra yang sejak pagi tidak berhenti menerima telepon terlihat semakin kewalahan. Ponselnya bahkan kembali berdering ketika dia baru saja selesai berbicara dengan salah satu pihak media. Dia mengusap pelipisnya sebelum menerima panggilan berikutnya. Dimana orang itu memastikan jika orang yang selama ini ikut tour adalah kekasih Veanna atau bukan. Shandra dengan jelas dan sopan menjelaskan jika orang itu bukanlah kekasih Veanna, dia hanya seorang pengawal biasa saja. Sekarang jika pengawal itu berjauhan dengan orang yang dijaga lalu bagaimana dengan keselamatan Veanna? Mereka tahu Veanna artia papan atas yang sedang naik daun, tidak mungkin jika dia tidak memiliki pengawal kan? Dia harus Yesus dijaga entah di tempat publik maupun tidak agar tidak ada orang yang berbuat jahat pada wanita itu. Dan jika masalah membuka pintu, membawa barang atau nesafa di dekat artis menurut Shandra itu cukup wajar karena memang tugasnya.
“Kami hanya memastikan karena beberapa brand mulai mempertanyakan hal itu.”
“Tentu kami memahami kekhawatiran tersenyum.”
Shandra menutup panggilannya dan menatap Veanna yang berada di sampingnya. Kepalanya mendadak pusing kenapa hal seperti ini saja harus dikenal banyak orang. Siapa yang mengirim foto itu agar bisa trending topik, ini masih tour kenapa tidak habis tour saja masalah ini ada?
Belum sempat Shandra meletakkan ponselnya, seorang staf promotor datang menghampirinya dan memberitahu jika di depan banyak sekali wartawan meminta waktu untuk klarifikasi setelah konser. Mereka tidak bisa dicegah sangking banyaknya, dan hanya ini yang bisa mereka lakukan.
Resiko jadi manajer yang memiliki artis tidak bisa diam ya begini, “Nanti setelah konser aku akan menemui mereka.” Ucap Veanna lantang.
Shandra menoleh menatap Veanna dengan curiga. “Apa yang akan kamu katakan, Veanna?”
Veanna tidak menjawab, dia hanya diam saja sampai salah satu orang menyelesaikan tugasnya. Sentuhan terakhir pada gaunnya sebelum dia naik ke panggung untuk mengakhiri konser terakhirnya. Sedangkan Shandra lebih memilih diam dan berharap jika wanita itu tidak akan mengatakan apapun di atas panggung maupun selesai konser. Apapun yang terjadi diluar sana malam ini hanya ada satu kata yang memenuhi pikiran Veanna. Ini konser terakhir dan jangan sampai dia mengecewakan penggemarnya sendiri.
Tak jauh dari sana, Christopher berdiri memperhatikan keadaan sekitar seperti biasa. Nampak tenang meskipun dia sendiri juga sedang gelisah. Ponselnya sempat bergetar pelan. Dia membuka salah satu berita yang kembali memuat fotonya bersama Veanna.
Judulnya bahkan jauh lebih berani dibanding sebelumnya, Pria Misterius yang Berhasil Mencuri Hati Veanna.
Christopher hanya membaca beberapa detik sebelum mengunci kembali layar ponselnya, ekspresinya tetap tenang. Namun jauh di dalam benaknya, dia mulai menyadari satu hal. Semakin lama dia berada di sisi Veanna… Semakin sulit pula baginya untuk menjaga jarak yang seharusnya dimiliki seorang pengawal terhadap wanita yang dia lindungi.
***
Sorak-sorai penonton memenuhi seluruh arena ketika lagu terakhir akhirnya usai dibawakan. Ribuan cahaya dari lightstick dan lampu ponsel berkilauan memenuhi lautan manusia di hadapan Veanna. dia berdiri beberapa saat di tengah panggung, berusaha mengatur nafas sebelum tersenyum lebar kepada para penggemarnya.
Wanita itu tersenyum sambil merapikan rambutnya. “Terimakasih.”
Tepuk tangan kembali bergemuruh. Veanna membiarkan suara itu memenuhi seluruh arena beberapa detik. Matanya menyapu setiap sudut tribun, seolah ingin mengingat malam penutup itu sebaik mungkin.
"Aku benar-benar bersyukur," lanjutnya pelan. "Selama tujuh hari ini kalian sudah memberikan begitu banyak energi. Rasanya semua rasa lelah langsung terbayar setiap kali mendengar kalian bernyanyi bersamaku.”
“Namun... sebelum kita benar-benar mengakhiri malam ini, izinkan aku menyampaikan satu hal.” Katanya kembali. Sehingga suara riuh itu pun mendadak tenang. Semua orang menurunkan lightstick dan juga lampu ponsel mereka. Seolah mereka siap untuk mendengarkan apa yang akan Veanna katakan.
Kamera media mulai mengarah ke atas panggung. Bahkan layar raksasa di belakang Veanna ikut menampilkan wajahnya dalam ukuran besar.
"Dua hari terakhir," ucapnya hati-hati, "aku membaca banyak sekali berita yang membicarakan seseorang yang selalu terlihat berada di dekatku selama tour berlangsung.”
Wanita itu tersenyum, dia pun menjelaskan jika dia adalah Christopher pengawal pribadinya. Dia yang selalu berada di samping Veanna selama konser. Wajar jika dimanapun Veanna berada pria itu selalu ada, tugasnya adalah menjaga, melindungi Veanna selama konser berlangsung. Jika tidak ada Christopher siapa yang akan mengawasi Veanna?
Mereka tidak memiliki hubungan apapun, hubungan mereka hanya sebatas pekerjaan saja. Jika ada beredar foto dirinya dan juga Christopher biru adalah bagian dari pekerjaan pria itu tidak lebih. Banyak sekali orang yang berasumsi lain yang dimana menganggap jika Christopher adalah kekasihnya yang disembunyikan. Sedangkan yang terjadi mereka hanya sebatas atasan dan bawahan.
“Christopher dan aku tidak memiliki hubungan apa pun selain hubungan profesional.” Katanya mengulang.
Christopher tetap berdiri di tempatnya, menunjukkan wajah datarnya. Ucapan itu terngiang di pikirannya. Namun entah mengapa, untuk pertama kalinya sejak dia berada di sisi Veanna, dadanya terasa sedikit sesak. Dia tidak suka dengan ucapan itu … ucapan yang Mungkin karena tanpa dia sadari, batas antara tugas dan perasaan mulai kabur.
****