Bulan Madu

899 Kata

"Sini dong sayang!" Rey meminta Sila untuk mendekat ke arahnya. "Apa sih Rey, aku sibuk bikinin kamu sarapan ini loh," kesal Sila begitu menatap Rey yang menepuk-nepuk kursi di ruang makan dekat dengannya. Padahal Sila masih sibuk memotong wortel dan kol untuk dicampur dalam omelet buatannya. "Sebentar aja. Sini sayangku," pinta Rey sekali lagi seraya menebar senyum paling menawan pagi ini. Pagi yang begitu cerah dan terasa sugar (segar dan bugar) karena semalam ia mendapat servis maksimal dari istri tercinta. Menuruti permintaan Rey, Sila mengecilkan api setelah adonan omelet ia tuang ke atas teflon. Sila duduk di kursi samping Rey dengan tenang sesuai keinginan lelakinya. "Kenapa?" tanya Sila menoleh pada suaminya. Rey menyelipkan helaian rambut yang keluar dari cepolan ke belakang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN