Setelah berada di ruang rawat inap, Raka lebih sering terdiam tak banyak berbicara. Bahkan ketika beberapa kerabat dekat nya bertanya mengenai kondisi nya saat ini, dia lebih sering menjawab dengan anggukan atau gelengan kepala saja. Hingga pada akhirnya para kerabat Raka memutuskan untuk keluar dari ruangan tempat Raka berada. Mereka berpikir mungkin Raka masih merasa sakit atau lemas sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat. Tak lama kemudian masuklah Rafi kedalam ruangan tersebut. "A Raka, apa masih ada yang sakit? Atau pusing gitu? Nanti biar aku panggil dokter atau perawat kesini," kata Rafi dengan raut wajah yang begitu khawatir. "Ngga ko Raf. Aku sudah jauh lebih baik," jawab Raka sembari menyunggingkan senyum nya. Rafi menghembuskan napas nya

