Aku belum sempat mengecek ulang barang pribadi Amanda, tapi hal-hal yang aku anggap penting sudah aku pisahkan dan aku pindahkan ke kamarku untuk di pelajari. Pekerjaanku lumayan menumpuk sehingga aku belum sempat mengurus masalah Amanda. Pagi ini, seperti biasa aku datang ke kamar Amanda untuk membangunkannya. Anak itu memang sedikit manja dan harus di bangunkan. Aku mendengus karena lagi-lagi pintu kamarnya tidak di kunci. Aku membukanya perlahan dan gadis itu masih lelap di kasurnya. Aku menyentuh keningnya masih sedikit hangat. Untungnya sekarang masih hari libur karena itu dia tidak perlu pergi ke sekolah. Tapi sebelum tanganku bergerak untuk membangunkan anak ini, sebuah catatan yang tergeletak di nakas membuatku tertarik. Aku mengambilnya perlahan dan sedikit terkejut membaca ca

