Bab 32 : Ekstra Part II

1497 Kata

“Capek, Sayang?” tanya Lian saat menoleh pada istrinya. Gadis itu tersenyum senang. Dia terlihat bahagia meskipun keringat di dahinya sudah sebesar biji jagung. Vega menggeleng pelan sebagai jawaban. Lian terkekeh kecil. Pria itu melepas sarung tangannya dan menghampiri sang istri. Dia mengambil sapu tangan dari dalam sakunya. Lalu memakainya untuk mengelap keringat di wajah Vega dengan lembut. “Kalau capek istirahat aja. Biar aku yang terusin,” ujarnya. Vega menggeleng cepat. “Aku masih kuat, kok.” “Yakin?” tanya Lian sangsi. Sebenarnya dia ragu saat mengajak Vega bekerja di sawah seperti sekarang. Tapi istri cantiknya itu terus merengek dan memaksa ikut. Dia tidak mau ditinggal Lian sendirian di rumah. “Yakin!” balas Vega mantap. Senyum manisnya mengembang sempurna dan membuat Lian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN