Seperti dulu

1742 Kata

Sonia masih kesal dengan penyataan Alvin, yang terdengar seperti hinaan di telinganya. Terbukti dengan beberapa kali gadis itu menedang apapun yang ada didepannya. Dan tanpa melihat kedepannya, secara tidak senganya, gadis itu mendang sebuat batu. “Adduuhh… .” Sonia menjerit kesakitan. Dan buru-buru mengusap ujung kaki yang rasanya seperti menebal berkali-kali lipat. “Bantuin dong, jangan diem aja.” Seru Sonia pada kedau anteknya, yang hanya berdiri diam menatap sang bos kesakitan, sambil menahan ketawa. “Eh.. iya iya bentar.” Ucap mereka bersama. “Kiarain kamu nggak bakalan kesakitan Cuma nendang batu sekecil itu.” Canda salah satu antek Sonia, sambil tangannya menunjuk batu yang boleh dibilang tidak sekecil yang dikatakan gadis berambut sebahu itu. Sedang salah seorang temannya l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN