Setelah pergulatan batin yang panjang akhirnya Sena memutuskan untuk menemui putrinya, bagian dari masa lalu yang selalu membuatnya merasa tersiksa. Namun menemui putrinya bukanlah hal yang mudah, gadis itu dengan tegas menolak bertemu. Namun berkat bantuan Juro, akhirnya di sinilah Sena berada, duduk di ruang tamu rumah Rissa, menunggu dengan gelisah waktu-waktu perjumpaannya dengan putrinya untuk pertama kalinya. "Jangan tegang begitu." Clare memecah keheningan yang melingkupi mereka. "Juro pasti berhasil meyakinkan Luna. Kamu tenang saja." Rissa yang juga tidak tega melihat wajah tegang Sena mencoba menghibur. Sena diam saja. Hanya mengangguk sambil mencoba tersenyum, walau hasilnya terlihat menyedihkan. "Ian, kamu langsung nyusul ke atas aja," saran Clare ketika Juro tidak juga tu

