Karan mempercepat ketukan di langit-langit terowongan agar penghuni kamar segera mendengar mereka. Qizvy sendiri sudah berjalan menuju lubang keluar dari saluran bawah tanah itu. Sepertinya ia butuh pasokan udara segar baru bisa masuk kembali. Karan berusaha untuk bertahan, setidaknya sampai Qizvy kembali agar mereka bisa bergantian mengetuk atap kayu yang mereka temukan tersebut. Setelah Qizvy sampai di luar, selain ia memang ingin memasukkan banyak udara segar di dalam paru-parunya, ia juga ingin mencari alat bantu pukul karena mereka berdua hanya mengandalkan anggota tubuh. Meski lorong tadi terkesan sudah lama tidak dibuka apalagi ditempati, tapi sangat bersih dari sisa-sisa bahan bangunan. Jadinya, sulit untuk temukan batu sekali pun di dalamnya. Sangat bersih. Siapa pun yang me

