Harapan Praijing

1105 Kata

Zevho menanti dengan cemas hasil pertemuan dari Golzyver dan Rama. Namun, ia tidak berhenti bekerja. Tamunya tetap berdatangan termasuk seorang wanita cantik yang sekarang ada di depan pintu rumahnya. Tamunya itu memakai penutup kepala dan masker. “Apa Anda peramalnya?” tanya sang tamu. Suara yang keluar buat Zevho sadar kalau ia berhadapan dengan seorang wanita.   “Ya, mari masuk.” “Saya harap ini tidak akan lama.” “Tergantung. Apa yang bisa saya bantu,” sahut Zevho. Wanita itu menurunkan penutup kepalanya dan rambutnya yang panjang terurai dengan indahnya. Tapi ia tidak membuka maskernya. “Saya koleksi perhiasan. Salah satu di antaranya hilang. Saya tidak ingat sama sekali di mana  saya simpan. Apa Anda bisa bantu saya?” “Ini tidak akan lama. Saya mungkin bisa bantu, meski

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN