Mimpi Adzja

1654 Kata

Sungguh rasanya Adzja ingin tenggelamkan seluruh wajahnya di dalam kolam yang penuh berisi air. Tatapannya sudah disalahartikan oleh Zalgrix. Ia tadi ikuti gerakan mulut pria itu agar tidak kehilangan satu detik pun, untuk memasukkan suapan berikutnya. “Tuan sudah pantas miliki istri agar hal seperti ini bisa ia lakukan setiap hari,” usul Adzja dengan berani. Ia hanya ingin alihkan topik. “Kalau aku minta kamu yang jadi istriku, apa kamu bersedia?” Lagi wajah Adzja dibuat merah karena rasa malu untuk ke sekian kalinya. Suapan untuk Zal masih melayang di udara, pria itu sudah ajukan pernyataan lain yang buat Adzja semakin kaku. Ia diam. Tidak menanggapi lagi kata-kata dari Zal. Belum usai rasa canggung tadi, darahnya berdesir hebat sekarang seperti jantungnya akan copot karena sentu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN