Berubah Warna

1057 Kata

Karan sudah selesai makan dan matanya kembali mencari Adzja tapi tidak ia temukan sosok yang ia maksud. Karan tidak berani bertanya pada teman sekerja Adzja. Ia tidak ingin celakakan gadis itu kalau memang ia sedang sibuk dengan tugas yang lain. Jangan sampai ia bertanya pada orang yang salah. Seperti orang yang iri dengan Adzja. Maka, pertanyaan sederhana itu bisa jadi batu sandungan untuk Adzja. Karan tinggalkan ruang makan dengan kecewa. Ia kembali ke kamar di mana Qizvy sedang duduk tenang menungguinya di teras. “Aku sedang bingung,” ucap Karan duduk di samping sahabatnya. Qizvy hanya membuka kedua tangannya sebagai simbol pertanyaan, mengapa? “Aku ingin bicara dengan Adzja. Aku khawatir padanya.” Qizvy memegang dagunya. Setelah cukup lama tinggal bersama makhluk itu, ia jadi t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN