Bab 25: Sang Penolong

1192 Kata

Aku tahu Tuhan tidak akan memberikan masalah di luar kemampuan umat-Nya. Maka dari itu, kedatangannya kuanggap sebagai petunjuk untuk awal penyelesaian masalahku. *** Calista mencoba menjalani hari-hari seperti biasa, tanpa berniat untuk memikirkan banget boneka yang menyeramkan itu. Beban perempuan itu sedikit terangkat karena pada akhirnya sang ayah menerima dirinya mempunyai kemampuan yang tak semua orang memiliki. Dia tahu pasti ada sesuatu yang terjadi pada sang ayah sebelumnya, sangat tidak mungkin beliau tiba-tiba mempercayainya begitu saja setelah bertahun-tahun beliau menyangkalnya. “Calista, orangnya gue hubungi nggak bisa, nih,” adu Agam saat melihat orang yang dicarinya sedang duduk sendiri di bangku panjang depan kelas. “Tapi, masa lo nggak tahu orangnya, sih?” Agam kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN