“Sekeras apapun usahamu untuk menjauh darinya, ia akan tetap kembali padamu.” *** Haris dan Calista masih bergeming di ambang pintu menatap kehadiran Klarybel yang secara tiba-tiba berada di kamar Calista. Pikiran Haris seakan kacau dengan kehadirannya karena itu bertanda tidak baik untuk dirinya. Calista mengibaskan tangannya dan berjalan menghampiri Klarybel. “Ah, yaudahlah, nggak usah diambil pusing,” ucapnya seolah-olah itu tidak masalah bagi dirinya dan keluarganya. Di lubuk hati Calista paling dalam, dia benar-benar ketakutan. Takut ada sesuatu yang tidak terduga kembali terjadi, tetapi ia harus menutupi ketakutan itu karena jika tidak, penghuni di rumah akan semakin panik. “Taruh Klarybel di tempat yang aman,” celetuk Haris dengan tatapan yang sulit diartikan. Calista mengan

