Nenek itu menatap tajam ke dalam bola mataku. “Dari mana kamu tahu kalau di sana tempat Nonik dimakamkan?” tanya Nenek itu. “Sejak bangun dari koma aku dihadapkan pada mimpi dan bayangan aneh yang mengantarkan aku ke tempat ini. Salah satu yang pernah muncul dalam bayanganku adalah aku diperlihatkan bayangan ketika pengasuh Nona Janice menguburkan Nona Janice di tanah pekarangan itu?” “Bagaimana bisa begitu?” “Aku juga nggak tahu bagaimana bisa begitu. Aku melihat Syarief, Nona Janice, apa pun yang terjadi di masa itu. Bahkan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana kejamnya pribumi pengkhianat bernama Armo itu memenggal kepala Syarief dan membawanya melewati Nona Janice.” “Tidak mungkin.” Mama sedikit menarikku menjauh dari Nenek. Kemudian gantian Mama yang menghadapi

