She is In Pain

451 Kata

AUTHOR Nathan menggerakkan tubuhnya saat ia merasakan basah pada dadanya. Nathan tersenyum 'pasti Jenny ileran lagi'. Mengecek jam tangannya 'wah aku justru ketiduran selama 30 menit, astaga' Nathan segera melepaskan diri dari Jenny yang memeluknya dengan hati-hati agar wanita itu tidak terbangun. Mereka sebelumnya mengobrol mengenai masa remaja mereka, sampai akhirnya tertidur dan berakhir dengan posisi berpelukan seperti ini. Nathan mengecek kondisi Nia sambil mengelus pipi bayi itu 'cepet sembuh ya sayang' kemudian mengecup dahi mungil itu. Ceklek...suara pintu terbuka menampakkan seorang wanita buncit yang cantik. "Sayang bagaimana keadaannya" ucap Lytha Nathan segera bangkit menghampiri istrinya, memeluk pinggang wanita itu dengan satu tangannya dan satu tangan lagi mengusap per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN