Lytha membuka matanya memandangi langit-langit dan sekitarnya. Bau obat dan karbol yang menusuk meyakinkan dirinya bahwa sekarang dia sudah berada di rumah sakit. Dia mencoba bangun, menumpu berat badannya dengan tangan. Lytha menyadari infus yang terpasang ditangannya, Lytha memutuskan untuk duduk dan menyandarkan tubuhnya pada dinding dekat kepala ranjangnya. Ceklek...pintu kamar inapnya terbuka. Nathan berjalan mendekati Lytha namun reaksi Lytha nampak ketakutan. Dia mencoba untuk turun dari ranjang rumah sakit namun kakinya gemetar. Nathan segera berlari menangkap tubuh Lytha. "Nath...jangan. Aku mohon" Lytha menangis saat merasa Nathan akan melakukan hal buruk lagi padanya. Nathan merasa bersalah ada rasa penyesalan atas tindakan biadabnya. Nathan menggendong Lytha dan membaringk

