Siska akhirnya melangkah menuju ke meja, dan meletakkan cangkir berisi teh manis di atas meja. Di saat itulah Rayyan mendongakkan wajahnya. Rayyan terkejut ketika dia menatap wajah Siska. Dia bahkan mendekatkan wajahnya ke arah Siska untuk memastikan penglihatannya. “Siska. Betul kamu Siska Ambarwati, yang dulunya bekerja di PT. Maharaja?” sapa Rayyan dengan tatapan lekat pada wajah Siska. Siska yang memang merasa pernah mengenal Rayyan, lantas mengerutkan keningnya. Dia berusaha mengingat kembali masa-masa dia pernah bekerja, di perusahaan yang namanya disebutkan oleh pria yang sedang memandang lekat wajahnya. “Iya, aku memang pernah bekerja di PT. Maharaja. Kalau boleh tahu, kamu siapa? Maaf kalau aku nggak ingat siapa kamu,” sahut Siska dengan senyum canggung. “Aku, Rayyan Sasmita

