Keraguan Ridwan

1101 Kata

Aku akhirnya membawa pulang Siska dengan memesan taksi online kembali. Sepanjang perjalanan, kami saling diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga tiba-tiba Siska mengeluarkan suaranya, memecah keheningan di antara kami. “Oh iya, motorku ke mana, Mas?” tanya Siska dengan suara cemas. Sebelumnya Siska memang tak tahu tentang motornya. Saat aku berbincang dengan sopir taksi tadi, Siska kurang menyimak karena masih syok dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya. “Aku taruh di bengkel yang ada di dekat lokasi kecelakaan tadi, Sis. Kamu tenang saja. Biar aku yang mengurus semuanya. Kamu setelah tiba di rumah, harus istirahat. Dagang mpek-mpeknya ditunda dulu saja, ya. Pentingkan kesehatan kamu dulu,” sahutku dengan senyuman. “Tapi, apa nggak usah repot-repot, Mas. Biar nanti adikku y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN