Takdir Cinta

1257 Kata

Sementara itu di tempat lain, tepatnya di sebuah rumah makan Minang. Tampak Siska dan Rayyan tengah menikmati hidangan makan malam sambil berbincang. “Sis, aku boleh tanya sesuatu yang agak pribadi nggak?” tanya Rayyan tiba-tiba, setelah dari tadi obrolan mereka seputar pengalaman hidup selama mereka tak berjumpa cukup lama. “Mau tanya apa, Ray? Masalah pribadi aku kayaknya nggak ada yang spesial deh.” Siska berkata sambil menyunggingkan senyum, membuat wajahnya semakin indah dipandang. “Ish, siapa bilang kamu ini nggak spesial sih? Jangan merendah begitu deh. Sejak awal kamu masuk kerja dulu, banyak yang suka curi-curi pandang ke kamu. Apalagi kamu ramah orangnya. Di antara orang-orang yang suka curi pandang ke kamu, adalah...” Rayyan sengaja menghentikan perkataannya dan menatap Siska

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN