Malam kian larut. Hawa dingin semakin mendera kamar pasangan Pasya dan Irene. Namun, di kamar itu hanya ada Irene seorang. Sedangkan Pasya masih berada di ruang kerjanya. Semenjak tadi sore, Pasya memang mengacuhkan istrinya. Pasya sengaja ingin menghukum Irene dengan menyerang batinnya terlebih dulu, sebelum hantaman lebih besar dia berikan pada wanita itu. hal itu membuat Irene merasa serba salah di rumahnya sendiri. “Mas Pasya ngapain saja sih di ruang kerjanya? Sampai selarut ini masih betah di sana. Apa dia nggak rindu padaku? Tapi, memang semenjak pulang dari kantor, dia acuh tak acuh padaku. Padahal beberapa hari nggak ketemu. Atau...ada cewek lain yang menggoda dia?” gumam Irene seorang diri. Dia sepertinya belum sadar juga kalau Pasya tengah marah padanya. “Aku harus menyusul ke

