BAB 68 SAH DAN RESMI

1662 Kata

“Siapa yang menelepon?” Bisik Clara penasaran. Sayangnya suara Clara juga terdengar seseorang yang berada di ujung sambungan telepon. “Clara, itu dirimu, bukan? Apa yang kau lakukan bersama dengan Tabah? Apakah kalian hanya berdua saja?” Cecar Ayah Tabah di ujung sambungan telepon. Tabah menjauhkan telepon dari telinganya, suara ayahnya yang berteriak terasa memekakkan telinganya. Diberikannya Clara tatapan tajam dan wajah marah. Namun, Clara bukannya takut malah tersenyum, lalu berjalan menuju pintu mengabaikan kode yang diberikan Tabah, melalui lambaian tangannya, agar ia tetap berada di kamar mereka. Melihat Clara yang mengabaikannya membuat Tabah dengan cepat bangun dari tempat tidur. Ia, kemudian menyusul Clara dengan langkahnya yang panjang dan cepat. “Mau kemana kau?” Tanya Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN