“Sa-yang! Kau akhirnya muncul juga! Apakah kau tidak tahu, kalau aku merindukan dan mencarimu ke mana-mana?” Tabah menatap Desi dengan tatapan yang dipenuhi kerinduan. Desinya wanita yang ia cintai kini berdiri di hadapannya dengan penampilannya yang seksi dan netra Tabah melotot ke arah pria yang berdiri tepat di samping Desi. Tampak jelas, kalau pria itulah yang baru saja dilayani Desi. Kedua tangan Tabah mengepal di samping tubuhnya. “Kau baru saja tidur dengan pria b******k ini, bukan?” Tanya Tabah dengan mata yang menyala-nyala dipenuhi amarah. Pria yang muncul bersama Desi tampak tersinggung mendengar ucapan kasar Tabah. Ia melayangkan kepalan tangannya ke wajah Tabah, yang tidak sempat menghindar. Tidak terima dirinya ditampar Tabah balas memukul pria itu, sehingga keduanya pun

