"Assalamualaikum warahmatullah." "Assalamualaikum warahmatullah." Betapa damainya hati setelah selesai salat. Terasa aman dan tentram, mendengar bisikan dzikir yang begitu indah. Suasananya bak sedative, menenangkan sampai ke celah-celah terkecil. "Nan, aku ke toilet bentar, ya. Rasanya kayak mau datang bulan," ucap Firda setelah melipat mukena. Kami salatnya bergantian karena di mushola ini benar-benar tak ada mukena. "Iya, aku tunggu di depan nanti." Gue mengambil mukena itu dan memasukannya ke tas kecil, lalu merapikan kerudung yang sedikit berantakan. Setelah meniupnya untuk sentuhan terakhir, gue bangkit dan duduk di depan mushola, memakai sepatu sambil menunggu Firda. "Nungguin gue, ya." Suara itu membuat gue menoleh dan memasang raut seolah berkata 'GR'. Glen duduk agak

