Glen menarik mundur bahu Bagas, membuatnya terseret ke belakang sebelum dapat maju barang selangkah. Hanya butuh sepersekian detik, Bagas yang merasa bahunya tertarik pun melepas paksa lantas memutar tubuhnya. Terjadi sirat pandang rival antara keduanya, seolah mereka sudah pernah bertengkar sebelum ini. "Mau apa lagi lo? Cari mangsa?" kata Glen setengah berbisik. Bagas menahan tubuhnya yang mendapat dorongan sebab lengan Glen. Lalu tanpa aba-aba. Duagh! Beberapa anak perempuan termasuk gue berteriak sebab serangan yang tiba-tiba itu. Bagas telah melayangkan tinju pada rival di depannya. Saat itu serangan bertubi-tubi dia lepaskan, seolah melepas dendam yang sempat tertahan. Glen yang terkejut sebab serangan itu mulai mengondisikan diri untuk melawan. Kini dua anak laki-laki itu b

