"Saya pribadi merasa cocok dengan kamu, Kanaya! Asih dan Toby juga sangat terbantu dengan kehadiran kamu sebagai office girl disini, tapi saya gak mengerti kenapa pak Max tiba-tiba memerintahkan saya untuk memecat kamu! Saya sudah memberikan pembelaan tapi dia kekeh meminta saya untuk memecat kamu!" Kanaya berdiri lesu dengan kepala tertunduk di ruangan Martha. Kanaya cukup terhibur dengan pembelaan Martha tapi itu tak akan cukup mematahkan titah dan kehendak Max. "Gak apa-apa, Bu. Dia sangat berhak memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan kantor dan semua pekerjaan disini, saya akan menerima keputusan ini dengan lapang d**a!" kata Kanaya sok tegar, padahal hatinya terasa kacau berantakan. "Heum, baiklah! Tapi, kalau boleh saya tahu, apa yang kamu lakukan sampai membuat beliau

