Mata lelaki itu menyipit lalu memicing ke arah Kanaya. Wajahnya penuh darah, bahkan untuk sekedar membuka mata saja, dia tampak begitu kesulitan. Tapi dia sepertinya ingin melihat wajah perempuan pemberani yang telah menyelamatkan nyawanya sore ini. 'Siapa pun kamu ... Tuhan akan membalas semua kebaikanmu!' batin pemuda itu lalu dia dinaikan ke atas mobil pick up untuk dibawa ke klinik terdekat. Kanaya harap, dia mendapat perawatan insentif. "Yang tadi itu namanya si Galang! Anak punk yang sering bermalam di kolong jembatan itu!" kata salah satu warga, Kanaya yang masih kepo dengan profil pemuda tadi masih bertahan disana dan mendengarkan penuturan seorang warga. "Oh, buat apa dia nekat pinjam uang sebesar itu sama para preman gahar tadi?" tanya Bapak-bapak yang mengeluarkan uang 4 juta

