“apa aku punya salah hingga edward sedari tadi hanya memilih diam dan tak mengajak ku berbicara?” gumam luna dalam hatinya, dan saat ia ingin beranjak dari tempat duduknya seketika dengan bersamaan edward pun juga melakukan hal yang sama. Pandangan mereka pun bertemu seperkian detik dan kemudian luna memilih untuk meredupkan pandangan nya lalu berajak dari tempat nya sekarang. Luna juga tak lupa untjk mengambil piring milik edward yang juga sudah tak namoak makanan di atasnya, pikiran Luna benar-benar tak bisa untuk menjelajah setiap perbuatan edward yang begitu abstrak terkadang ia bisa begitu manis dan terkadang ia pun juga merasa kaku seperti saat ini, luna hampir di buat melamun karena pikiran nya sendiri hingga sedikit lalai hingga lupa mematikan kran air wastafel. Setelah tersadar

