“ aku setuju… “
“ kau yakin?
Apakah kau tak ingin menimbang lagi tawaran ku ini? “
“ yang terpenting ,
Bapak bisa menepati perkataan bapak untuk membiayai operasi ayah saya.
Itu sudah menjadi keyakinan untuk saya untuk menyetujui tawaran bapak kepada saya saat ini , apalagi saya juga tau hal apa yang akan saya dapakan setelah ini. “
°꒵°
°꒵°
°꒵°
Gara memasuki kantornya lagi setelah mengetahui luna sudah berada di meja kerjanya dan ia segera bergegas meneju kearah Edward yang masih duduk santai di kursi yang ada di ruangan kerja gara.
“ bagaimana? “
“ luna setuju ,
Tapi aku harus membuktikan janjiku yang siap untuk membiayai semua operasi jantung ayahnya.
Aku akan segera mengurusnya dan kemungkinan besok akan segera terlaksana. “
Jelas Edward yang seketika di acungi kedua ibu jari gara ,
Sebab sebelum Edward meminta luna untuk menikah dengannya , ia terlebih dulu mencaritahu tentang kehidupan luna.
Bukan maksud hati untuk menjebak luna ,
Namun apa yang di tawarkan nya juga menguntungkan bagi luna sendiri walaupun hubungan pernikahan ini tak akan pernah di dasari oleh rasa cinta.
Yang terpenting bagi Edward saat ini hanyalah kedudukan perusahaan nya yang tidak akan pernah bisa jatuh ke tangan siapapun , terutama damian.
“ kau benar-benar suami idaman edd. “
Goda gara yang di tanggapi Edward dengan senyuman datarnya saja.
❀
Hari yang sungguh melelahkan bagi gara ,
Ia harus kembali berpikir dengan cepat untuk membantu Edward dan juga carlie hari ini untuk kembali meyakinkan perusahaan yang hampir lepas dari jalur kerjasama mereka.
Setelah mengarahkan mobilnya memasuki halaman rumahnya ,
Gara pun bergegas untuk masuk ke rumah dan ia pun langsung menuju ke kamarnya.
Tapi langkahnya seketika terhenti sejenak setelah ia berada di tengah-tengah rumahnya yang dimana ia tak mendapatkan arra di tempatnya sekarang.
Gara mengambil ponselnya kemudian menekan nomer telpon arra ,
Namun tak ada suara dering yang berbunyi di sekitaran dalam rumah nya.
Ia segera memutuskan untuk mencari arra keluar rumah dan betapa terkejutnya gara ketika mendapati arra sudah berada di depan pintu dengan membawa beberapa kantong plastik yang sedang ia genggam.
“ darimana? “
Tanya gara dengan nada yang begitu khawatir.
“ supermarket ,
Persediaan di lemari es habis gaa.
Jadi aku keluar buat beli. “
Jelas arra sambil menunjukkan beberapa kantong belanjaan nya.
“ aku boleh masuk. “
Kata arra lagi yang membuyarkan pandangan gara yang sedang bergelumit dengan pikiran nya sendiri.
“ masuklah… “
Jawab gara yang kemudian memberikan jalan untuk arra agar ia masuk ke dalam rumah dan kemudian gara mengikutinya dari arah belakang arra setelah ia menutup kembali pintu rumahnya.
Ia terlihat seperti anak itik yang sedang berjalan di belakang induknya ,
Dan setelah sampai di dapur gara pun segera membantu arra untuk meletakkan semua barang yang sudah di beli arra ke dalam kulkas dan beberapa tempat lainnya.
Gara sedikit merasa aneh saat ini ,
Seperti ada yang mengintai mereka dari arah balik jendela ruang tengah rumahnya.
“ biarkan saja ,
Mungkin mereka ingin melihat kita. “
Ucap arra yang seperti menanggapi apa yang juga di lihat oleh gara , tapi arra sendiri masih begitu bersikap tenang-tenang saja sambil memasukkan barang-barang yang sudah di belinya.
Gara hanya menanggapinya dengan senyuman ,
Ia seperti tak mampu menelaah sendiri jika arra selalu bisa mengerti dirinya.
“ oh ya raa ,
Aku ingin bercerita tentang sesuatu. “
Pungkas gara lirih.
“ cerita apa? “
“ emh , tentang sanggara dan juga uraga.
Aku bermimpi aneh dengan nama itu raa. “
Jelas gara yang sontak langsung membuat arra menghentikan aktifitasnya dan kemudian ia pun mengarahkan pandangan nya kearah gara yang masih berjongkok di depan almari kecil tempat menyimpan persediaan kering.
Arra sendiri masih terdiam dan tak menjawab perkataan gara yang memang telah mampu menjelajah kembali masa lalu nya melalui alam bawah sadarnya.
Namun gara masih tak mendapati jawaban apapun dari arra ,
Dan seketika gara berbalik untuk melihat arra yang entah mengapa ia tak menjawab perkataan gara sama sekali dan hanya memilih diam.
Tatapan arra Nampak sangat kosong ,
Ia seperti hilang dari dalam dirinya sendiri saat ini.
Gara segera menghampirinya dan kemudian menggoyangkan tubuh arra agar membuatnya tersadar dari lamunan nya.
“ ya , kenapa gaa? “
“ kamu yang kenapa?
Tiba-tiba melamun seperti tadi, “
Umpat gara.
“ maaf-maaf ,
Ada sesuatu yang mengganggu pikiran ku gaa. “-
“ oh ya tadi ,
Lalu apa yang kamu lihat lagi dalam mimpi mu gaa? “
Alibi arra yang mengalihkan pikiran gara dari kediaman arra yang memang begitu membuatnya merasa penasaran juga dengan apa yang sedang mengganggu arra saat ini.
“ goa , sungai dan juga orang yang sangat mirip dengan jimmy lalu kamu. “
“ aku? “
Gara hanya menganggukki perkataan arra yang menampakkan ekspresi terkejut , walaupun memang pada dasarnya arra sudah menyembunyikan sesuatu yang memang sudah menjadi rahasia abadi gara.
“ belum saat nya gaa ,
Itu masih awalan nya saja.
Kamu akan segera tahu semua nya gaa , setelah aku berkorban untuk mu lagi. “
Gumam arra lirih dalam hatinya ,
Ia hanya bisa memandangi gara dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan , sebab gara sendiri juga merasa jika arra masih menyembunyikan sesuatu yang seharusnya ia mengetahuinya.
Namun gara juga tak ingin memaksa arra untuk menceritakan apa yang sebenarnya sudah ia pikirkan saat ini.
“ bagaimana kalau kita makan di luar raa. “
Tawar gara yang juga di setujui oleh arra , setidaknya gara tak membahas lagi tentang nama-nama yang ada di dalam mimpinya.
“ aku siap-siap dulu gaa. “
“ aku juga raa. “
Pamit arra kemudian memasuki kamarnya ,
Ia memiliki alasan lain agar bisa menstabilkan perasaan nya yang saat ini sedang di serbu dengan perasaan bersalah.
Ia begitu takut dengan pemikiran gara yang akan tak mampu menerima apa yang akan ia ketahui setelah mendapatkan kenyataan yang selama ini sudah arra tutupi dari dirinya.
Arra melepas bajunya dan kemudian ia melihat pantulan dari berlian yang ia gantungkan pada tali yang melilit di lehernya.
Ia melihat nya dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan , ia tak kuasa jika harus mengingat pengorbanan antara dirinya dan juga sanggara.
Yang memilih untuk lenyap dengan caranya masing-masing , namun ia juga kembali teringat perbuatan sanggara yang sangat tak bisa membuat arra tak mampu melupakan nya.
Di saat sanggara memberikan kehidupannya untuk arra dan membuat arra mampu hidup lebih dari yang ia kira dengan rupa ayu nya.
Sejenak arra memejamkan matanya dan ia pun segera mengenakan bajunya lagi , ia sedikit menambahkan polesan bedak pada kukit wajahnya.
Kemudian ia segera keluar dari kamarnya ,
Arra melihat gara yang sudah siap dengan pakaian santainya , senyuman nya pun seketika mengembang.
“ kamu masih selalu terlihat sama , sanggara.
Begitu menawan dan mempesona dengan menampakkan kokohnya punggung mu yang sangat tegap itu. “
Gumam arra kemudian melangkahkan kakinya untuk melangkah kearah mobil milik gara ,
Dan setelahnya ,
Gara pun segera melajukan mobilnya menuju ke restoran yang ada di pinggir kota , restoran yang biasa ia datangi ketika sedang merasa senang.
Ketika mobil gara terhenti di rambu lalu lintas yang masih menunjukkan lampu warna merah.
Ia sontak terkejut ketika mendapati seseorang yang di kenalnya sedang berjalan di trotoar yang ada di samping jalan.
“ shyam... “
Gumam gara yang sontak juga membuat arra begitu terkejut dengan nama yang di panggil gara saat ini.
◖Bersambung◗