Pagi yang terlihat berbeda untuk luna dan juga edward yang dimana kini senguman tersemat pada kedua bibir mereka, takhal nya luna yang merasa begitu bahagia sebab ia sudah menjadi istri dari seorang peemilik perusahaan dimana tempatnya dulu beekerja. Suara denting antara sendok dan garpu yang saat ini sedang berbunyi saling bersautan, bahkan senyuman pun sama sekalj tak lernah mah menghilang dari bibir edward ataupun luna. Hingga akhirnya suara dari kejauhan yang seketika membuat edward serta luna merubah ekspresi mereka. “morning” “hemz lezatnya, tidak salah jika aku memutuskan untuk berkunjung ke rumah mu edd.” Seketika luna membuang muka masam setelah kedatangam rose, lunabegitu tah jika rose adalah sahabat edward, namun apakah rose juga tidak bisa berpikir untuk tidak mengganggu

