Bastian masuk dengan wajah tanpa emosi. Dia duduk di sofa ruang kerja dengan ekspresi acuh tak acuh. "Hubunganmu dengan Dylan apakah sedekat itu?" Tanya Bastian dengan nada santai. Risya menutup telepon dan meletakkan ponsel. Dia sedikit merasa tidak nyaman dengan perubahan Bastian saat ini. "Kamu salah faham." Jawabnya pelan. Bastian kemudian menatapnya sebentar dan mengambil sebatang rokok, menyulutnya dengan pelan. Sudah lama sejak Risya tidak pernah melihat pria ini merokok di dekatnya. Jelas hari ini dia sedang marah! Tapi mengapa dia harus marah? Bukankah Risya yang seharusnya marah karena insiden tadi malam? "Aku salah? Pria lain merindukanmu, bagaimana seharusnya aku bersikap?" Bastian melirik ke luar jendela dari lantai tiga ini. Ada taman bunga mawar yang luas dan sedang me
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


